Mobirise

Batik Besurek

Kain “Besurek” merupakan kosakata bahasa Bengkulu. Kata tersebut berasal dari suku kata “be” termasuk awalan dengan pengertian “ber” dan “surek” yang berarti “surat” atau “tulisan”. Terjemahan bebas dari kata “besurek” adalah “bersurat” atau “bertulisan”, dimaksud dengan istilah “kain besurek”, kain yang telah dipenuhi dengan surat atau tulisan berciri tulisan kaligrafi Arab.

Kata “surat informasi tertulis. Namun pada istilah “kain besurek” kata “surat disini tidak mempunyai makna tertentu. Hal ini merupakan ciri motif dan pembuatan kain besurek memang melalui proses membatik. Kata “batik” berasal dari kosa kata Jawa dari kata “ba” artinya “jari” dan “tik” artinya “kecil”. Terjemahan bebas kata “batik” dalam bahasa jawa “menitik, menetes atau menuliskan” lilin (malam) pada kain yang telah didesain motif. Batik inilah di Bengkulu disebut “besurek”. 

Sejarah awal pertumbuhan kain besurek belum diketahui secara pasti namun menurut orang-orang tua tempo dulu (pemuka adat, pemuka masyarakat) Bengkulu. Penggunaan kain besurek sudah sejak lama dan terlihat selalu dipakai pada upacara-upacara adat khususnya di Kota Bengkulu. Ada kecenderungan sejarah awal perkembangan kain besurek di Bengkulu bermula sejak hijrahnya pahlawan pangeran Sentot Alibasyah serta sanak saudara dan pengikut-pengikutnya ke Bengkulu, terbukti pada awalnya ternyata masyarakat pemakai dan pengrajin kain besurek sebagian besar dari keturunannya. 

Penggunaan kain besurek pada mulanya hanya terbatas untuk upacara-upacara adat seperti dipakai untuk pengapit pengantin pria (Destar/topi khas Bengkulu) pada acara nikah, untuk acara calon pengantin putri mandi/siraman bedabung/mengikir gigi malam inaicuri, ziarah kubur dalam rangkaian upacara perkawinan, sampiran bilik pengantin, hiasan ayunan cukur bayi, penutup jenazah dan lain sebagainya. 

Perkembangan kain besurek di Bengkulu hingga kini demikian pesat, mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah dan masyarakat setempat, penggunaannya pun tidak lagi terbatas pada perayaan atau upacara-upacara adat, melainkan telah digunakan untuk berbagai keperluan seperti pakaian dinas, swasta, pakaian pesta, busana muslim, pakaian harian dengan modifikasi desain motif dan modifikasi desain busana, diversifikasi produk antara lain, dompet, dasi, tas, kopiah, aksesoris tempat perhiasan, tempat tisu, souvenir/cinderamata dengan beranekaragam perpaduan desain motif flora, fauna, ornamen ukiran rumah tradisional, huruf kaganga dan lain sebagainya. 


© Wisata Provinsi Bengkulu 2020

Develop your own site - Click here